GUNUNG MERBABU

 GUNUNG MERBABU


Dalam sejarah Gunung Merbabu, nama Merbabu berasal dari gabungan kata 'meru' yang berarti gunung dalam bahasa Sanskerta dan 'babu' yang berarti wanita.



Mengenal nama ini mengacu pada karakteristik gunung berapi yang pernah aktif di masa lalu, menghasilkan aliran lava dan material vulkanik. Tetapi Gunung Merbabu hingga kini telah lama tidak menunjukkan aktivitas vulkanik.


Ini menjadikan gunung yang satu ini salah satu gunung yang aman untuk pendakian. Tak hanya memiliki keindahan alam yang memukau, Gunung Merbabu juga menyimpan jejak sejarah yang kaya.


Mengetahui beberapa peninggalan arkeologis yang ditemukan di sekitarnya, termasuk dengan candi-candi kecil yang diduga terkait dengan zaman Hindu-Buddha di tanah Jawa.


Termasuk dalam sejarah Gunung Merbabu, selain itu, wilayah di sekitar Gunung Merbabu juga merupakan bagian dari jalur perdagangan dan ziarah penting pada masa kerajaan=kerajaan kuno, seperti Mataram Kuno.


Dalam tradisi lokal, Gunung Merbabu dianggap sebagai tempat yang sakral. Beberapa masyarakat adat masih melakukan ritual di gunung ini seperti upacara 'sedekah bumi' untuk menghormati leluhur dan memohon berkah dari alam.


Dikutip dari buku Berwisata Alam di Taman Nasional, Jatna Supriatna, (2014:204), Gunung Merbabu memiliki 5 buah kawah, yaitu Kawah Kombang, Kendang, Condrodimuko, Rebab, dan Kawah Sambernyowo.


beberapa fasilitas yang mendukung kegiatan pendakian dan wisata, antara lain: area parkir, warung makan, toilet umum, sumber air, mushola, penyewaan alat camping, dan jasa ojek. 


- Tiket Masuk Wisatawan Domestik (Weekday): Rp5.000


- Tiket Masuk Wisatawan Domestik (Weekend): Rp7.500


- Tiket Masuk Wisatawan Mancanegara (Weekday): Rp150.000


- Tiket Masuk Wisatawan Mancanegara (Weekend): Rp225.000


- Tiket Aktivitas: Rp5.000


Pendakian di Gunung Merbabu dibuka untuk umum 24 jam setiap hari, kecuali pada musim hujan.




Comments

Popular posts from this blog

Sejarah minuman nu green tea

Sejarah makanan biskuit Nextar

Sejarah makanan tradisional khas Tangerang dodol cilenggang