Sejarah makanan tradisional khas Tangerang dodol cilenggang

SEJARAH DODOL CILENGGANG 

Dodol Cilenggang adalah makanan khas dari daerah Cilenggang, Tangerang Selatan. Dodol Cilenggang merupakan khas Betawi yang terletak di Jalan Cilenggang 1 RT 004/02, Cilenggang, Tangerang Selatan. Usaha dodol ini sudah menurun sejak tahun 1995, hal ini diakui langsung oleh Asep Jaya Sutisna selaku pemilik usaha Dodol Cilenggang (Docil). 
















Sejarah dan Asal Usul Dodol Cilenggang:
Dodol Cilenggang merupakan bagian dari tradisi kuliner Betawi yang juga populer di Tangerang Selatan. 
Masyarakat Betawi memiliki tradisi membuat dodol bersama-sama, yang melambangkan gotong royong dan kebersamaan. 
Pembuatan dodol Betawi, termasuk Dodol Cilenggang, seringkali melibatkan beberapa keluarga dalam satu proses produksi. 
Dodol Betawi, termasuk Dodol Cilenggang, memiliki nilai filosofis yang terkait erat dengan nilai-nilai agama dan sosial masyarakat. 
Dodol sering dihidangkan pada acara-acara penting seperti pernikahan, Idul Fitri, dan Idul Adha, sebagai simbol silaturahmi dan kebersamaan. 
Meski ada pengaruh modernisasi, dodol Betawi tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. 



















Harga:
Harga dodol Cilenggang bisa bervariasi, tetapi umumnya dijual dalam kemasan per ons atau per bungkus. Harga per bungkus bisa berkisar antara Rp15.000 hingga Rp30.000, tergantung ukuran dan jenis dodol (misalnya dodol biasa, dodol wijen, atau dodol durian). 

Kelebihan:
Rasa manis alami:
Dodol Cilenggang menggunakan gula aren sebagai pemanisnya, yang memberikan rasa manis khas dan alami. 
Tekstur legit:
Teksturnya yang legit dan kenyal membuatnya disukai banyak orang. 
Khas Tangerang Selatan:
Dodol Cilenggang merupakan oleh-oleh khas daerah tersebut yang memiliki nilai tradisional. 
Varian rasa:
Selain dodol biasa, terdapat varian lain seperti dodol wijen dan dodol durian yang menambah pilihan. 

Kekurangan:
Rasa terlalu manis: Bagi sebagian orang, rasa manis dodol mungkin terlalu kuat. 
Ketahanan: Dodol adalah makanan semi basah yang mudah menjadi keras atau kering jika tidak disimpan dengan baik, menurut beberapa sumber. 
Ketersediaan: Dodol Cilenggang mungkin tidak selalu mudah ditemukan di luar daerah Tangerang Selatan. 

Langkah-langkah detail:
1. Persiapan:
Siapkan bahan-bahan seperti tepung ketan, santan kental, gula merah, gula pasir, dan garam.

2. Pencampuran:
Campurkan tepung ketan, garam, dan santan hingga rata. Jika adonan terlalu kental, tambahkan santan hingga kekentalan sedang.

3. Pemasakan:
Masak adonan di atas api kecil sambil terus diaduk. Pastikan untuk terus mengaduk agar dodol tidak gosong di bagian bawah.

4. Pemasakan Lanjutan:
Setelah adonan mulai mengeluarkan minyak, masukkan gula merah dan gula pasir. Aduk hingga gula larut dan dodol matang.

5. Penanda Dodol Matang:
Dodol matang jika dipotong dengan pisau, adonan terlihat putus dan tidak menempel saat dikunyah.

6. Pendinginan:
Setelah matang, dinginkan dodol pada wadah yang telah disiapkan. Dodol siap disajikan. 

Dodol khas Tangerang Selatan, telah mengalami perkembangan dari produksi rumahan yang sederhana menjadi produk yang lebih dikenal dan dipasarkan secara lebih luas. Awalnya dibuat oleh keluarga secara individu, kini dodol ini diproduksi dalam skala yang lebih besar dan mulai menarik perhatian konsumen, termasuk melalui pemasaran online dan variasi kemasan. 

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah minuman nu green tea

Sejarah makanan biskuit Nextar